Thursday, February 20, 2014

Mengatasi Kucing Muntah Kuning Berbusa dan Tidak Mau Makan

Halo cat lovers, pada blog post kali ini aku mau menceritakan kucing ku yang sempat sakit beberapa waktu lalu. Tepatnya lima hari yang lalu kucing salah satu kucing ku tidak mau makan dan hanya diam saja. Setiap aku ajak main, sikucing terlihat malas dan seperti yang lemah lesu gitu gak ada semangat.

Keesokan harinya si kucing masih saja tetap gak mau memakan makanannya, padahal makanannya adalah makanan khusus kucing yang aku beli di supermarket. Entah kenapa dengan kucing ku ini, aku pikir sikucing lagi puasa kali ya, heuheu..

Namun tiba-tiba saja pas sore hari kucing ku tiba-tiba muntah-muntah cairan warna kuning dan berbusa. Aku langsung kaget dan cemas sekali, karena sebelumnya kucing gak pernah muntah-muntah kaya gitu, muntahnya aneh.

Sebelumnya kucingku sangat sehat dan sangat lincah sekali, mainnya aktif sekali apalagi kalo udah ngejar mainan kesukaannya “tikus-tikusan”.. Bahkan kucingku sangat gemuk, dan makannya banyak sekali dalam sehari.

Setelah dua hari kucing ku masih saja tidak mau makan dan masih suka muntah-muntah cairan kuning. Satuhal yang cukup aneh pada saat itu, si kucing terlihat kurusan dengan sangat cepat, padahal sebelumnya kucing ku cukup gemuk lho..

Tadinya aku mau bawa sikucing ke dokter hewan, tapi lagi musim hujan dan jaraknya cukup jauh dari rumah. Akhirnya aku telpon saja dokter hewan langgananku dan jadinya cuma konsultasi lewat telepon.

Setelah menyebutkan gejala-gejala keadaan kucingku, menurut sang dokter, katanya kucingku kemungkinan mengalami masalah pada organ hati (liver). Dan sebaiknya kucing ku diinapkan disana untuk dirawat lebih lanjut karena bisa menyebabkan kematian jika dibiarkan.

Jika sakit sikucing belum sangat parah, dokter menyarankan aku untuk mengobati kucingku secara mandiri dengan berdasarkan panduan yang ada dalam ebook kucing muntah dari situs www.kucingmuntah.com.

Setelah itu aku pun langsung membuka website kucingmuntah.com dan mengirim SMS untuk pembelian. Kemudian aku pergi ke ATM mentransfer uang Rp 69.000 (harga ebook kucing muntah saat itu).

Setelah mentransfer uang, lima menit kemudian aku pun dapet SMS balasan bahwa ebook kucing Muntah udah dikirim ke e-mail aku. Sesampainya di rumah, aku langsung log in ke email dan mendownload ebook tersebut.

Pas aku lagi baca ebook tau-tau mati lampu donk, parah... padahal kucing ku udah kaya yang sekarat, lemas dan tidak ada tenaga buat berdiri... Tapi untungnya sejam kemudian listrik di rumah udah nyala lagi.. huft..

Saat itu aku baca ebook sambil langsung mempraktekannya pada sikucing, dalam ebook tersebut dijelaskan bagaimana cara ngobatin sikucing dengan obat alami yang bisa dengan mudah didapetin disekitar rumah dan diwarung.

Selain itu dalam ebook tersebut juga dijelasin cara agar si kucing mau makan lagi, isinya lengkap banget dan banyak gambarnya... ebook nya bagus sih kalo menurut aku, ga rugi beli juga...

Setelah seharian ngobatin si kucing, akhirnya sikucing terlihat ada reaksi dan udah mau tidur, biasanya si kucing terbangun terus tapi lemas dan terlihat kaya yang gelisah gitu, mungkin akibat sakitnya kali ya..

Keesokan harinya aku obatin lagi sikucing biar cepat sembuh, dan dihari ketiga pengobatan, si kucing udah gak muntah-muntah lagi. Si kucing udah banyak bergerak dan tidak terlihat lemas lagi, seperti dapet energi baru gitu.. Kemudian aku pangku si kucing dan aku elus-elus.. biar tambah semangat.

Aku seneng banget rasanya, karena udah bisa nyelamatin nyawa hewan kesayanganku, kucing bagiku udah seperti keluarga, dan udah jadi bagian dari hidup ku sejak kecil.


Jika kamu punya kucing yang sakit muntah kuning, muntah berbusa dan tidak mau makan, saran aku segeralah obati dan jangan dibiarkan sakit, kasian, karena kucing pun punya perasaan seperti mahluk hidup lainnya..

I love cat..., bye-bye cat lovers..

Wednesday, February 19, 2014

Macam - Macam Penyakit Kucing

Kali ini kita akan membahas salah satu penyakit kucing yaitu FIE. Apa itu? kepanjangan dari FIE adalah feline infectious enteritis. Ini adalah salah satu dari penyakit menular yang paling sering menyerang kucing peliharaan kita. Penyakit kucing ini dapat menyebabakan penurunan dramatis jumlah sel darah putih yang ada. Gejala-gejala dari penyakit kucing ini adalah demam, kehilangan selera makan, depresi, muntah-muntah, dan diare.

Bukan jenis kucing atau ras kucing tertentu yang paling mudah mengalami kematian. Melainkan anak kucing (tidak peduli jenisnya) yang paling memiliki tingkat kematian paling tinggi.

Beruntungnya sudah ada vaksin untuk penyakit kucing ini sehingga penularan penyakit ini dapat dikendalikan. Walau begitu kucing yang berhasil sembuh akan sering tetap lemah sepanjang sisa hidupnya. Jadi sebaiknya hati-hati dan selalu waspada! Banyak cara sebuah penyakit dapat menular tidak terkecuali dengan kucing milik anda.

Jenis - Jenis Penyakit Pada Kucing

Penyakit yang sering menyerang kucing cukup beragam baik yang disebabkan virus maupun penyebab lain dari yang ringan sampai yang berat, dari yang mematikan dan bisa menular kepada manusia:


1. FLU KUCING

Penyakit pernapasan atas dan ingus jahat pada kucing penyakit ini menular sangat cepat terutama pada anak kucing disebabkan virus HERPES yang menginfeksi bersama virus CHLAMYDIA. Gejala awal kucing selalu bersin, demam tinggi, suhu tubuh 41-40 derajat celcius, nafsu makan hilang dan depresi, gejala lanjutan radang pada mata dan hidung, air liur keluar secara berlebihan dan ingus keluar dari hidung mengental serta mulai luka selaput hidung, vivir atau lidah. Pengobatan untuk mengurangi gejala disebut terapi SIMTOMATIK dan memperkuat daya tahan tubuh melalui pemberian pakan secara paksa, diberi antibiotik spectrum luas dan membawanya ke dokter hewan
 
2. DISTEMPER
Radang usus merupakan penyakit menular yang disebabkan virus parvo, tingkat kematian kucing cukup tinggi terutama kucing muda gejala demam bisa mencapai 41-41C depresi hebat, mencret, muntah, nyeri pada lambung dan dehidrasi

3. FELINE UROLOGI SYNDROM
Belum diketahui jenis penyakit dengan pasti, kucing yang terserang penyakit ini akan mengalami gangguan urinasi biasanya menyerang kucing jantan dalam waktu 48-72 jam akan mengalami kematian. Faktor penyebab FUS adalah pakan termasuk kandungan mineral air dan frekuensi makan dan biasanya menyerang kucing umur 1-6 tahun, kastrasi dilakukan sebelum masa puber, kelebihan berat badanm kucing kurang beraktifitas (kucing pemalas), ras terutama ras Persia dan lebih sering jenis kelamin jantan.

Gejala yang muncul:
a. Kucing sering merejan
b. Seing Menjilati daerah kemaluan
c. Warna urine tidak normal
d. Kurang nafsu makan, depresi, lemah, muntah, badan menjadi dingin dan dehidrasi

4. LEUKEMIA
Disebut juga LYMPHO-SACOMA kanker getah bening disebabkan virus, penularannya agak lambat penyakit ini menular dari induk ke anak saat masih dalam kandungan, gelaja leukemia belum menunjukan hingga berumur 3 - 36 bulan sindrom yang muncul kucing mengalami kesulitan bernapas. Kucing akan mengalami anemia hebat akibat kekurangan oksigen. Belum ada cara pengobatan yang efektif untuk mengatasi penyakit ini tapi dapat dihambat dengan kemoterapi. Upaya pencegahan biasanya memberikan gizi seimbang menjaga kesehatan mulut dan gigi dan vaksinasi leukemia secara teratur
 
5. TOXOPLASMOSIS
Kucing yang tidak menderita toxo tidak membahayakan bagi manusia. Salah satu penyebab terjadinya keguguran kandungan bagi manusia, penyakit ini disebabkan protozoa toxoplasma gondi yang berkembang, baik secara seksual di dalam epitel usus kucing lalu menghasilkan telur dan keluar bersama kotoran, dengan membelah diri sehingga menghasilkan telur yang disebut tropozoit dan akan membentuk bola kecil bernama KISTA (pseuo cyste)

Manusia yang terkena toxoplasma mempunyai gejala demam tinggi 40-41 derajat celcius, nafsu makan kurang, tubuh lemah, anemia dan keluar ingus dari hidung. Bisa juga depresi berat, epilepsi, lumpuh dan hidrosephalus (pada bayi). Penyakit toxoplasma pada kucing bisa dicegah dengan tidak memberikan pakan mentah pada kucing dan yang tidak kalah pentingnya jangan biarkan kotoran kucing mengendap terlalu lama dalam tempat BABnya (harus cepat dibuang)

6. DERMATOPHYTOSIS ATAU RINGWORM
Penyakit ini bisa menyerang jenis hewan dan manusia meskipun tidak mematikan, penyakit ini disebabkan jamur Microsporum sp dan Tricohopyton sp menyerang seperti rambut, kulit dan kuku. Gejalanya antara lain bercak bulat di kulit, bulu rontok setempat, kulit berkerak dan kerusakan jaringan.

Cara penanggulangannya dimandikan 2 kali dalam seminggu diberi larutan obat pembunuh jamur eperti lime sulfur 0,5%,Chlorexidine 0,5% atau captan 0,3%, kulit yang terkena infeksi jamur bisa diolesi salep anti jamur yang mengandung ketaconazole, inicronazole atau intraconazole

7. CRYPTOSPORIDIOSIS

Penyebabnya protozoa seperti penyakit malaria, disentri dan toxoplasma. Kucing yang terserang penyakit ini menunjukkan gejala diare hebat, demam, nafsu makan hilang dan dehidrasi berat. Penyakit ini bisa menular pada manusia dari air seni dan makan yang tercemar cryptosporidia. Kucing yang terkena penyakit ini harus mendapatkan perawatan rumah sakit dan diberi infus, penyakit ini belum ada vaksinnya. (Jubron Fahirro)

8. SALMONELLOSSIS

Penyakit ini sangat menular dan bisa menyerang manusia yang menyebabkan tipus.

Recent Comment

Kucing Muntah Blog